16.7 Exaflops Di Benchmark MxP Itu Prestasi Baru El Capitan Yang Belum Ada Yang Bisa Lawan

Pernahkah Anda membayangkan sebuah mesin yang bisa melakukan perhitungan lebih cepat dari gabungan semua komputer di Indonesia? Sebuah pencapaian luar biasa telah terjadi di dunia teknologi yang membuat kita semua terkesima.
Di Lawrence Livermore National Laboratory, California, berdiri raksasa digital yang terus mempertahankan mahkotanya sebagai yang tercepat. Sistem ini bukan hanya angka-angka biasa – ini tentang membuka pintu masa depan.
Dengan jantung berdetak menggunakan prosesor AMD Instinct MI300A, mesin ini memiliki 11.34 juta core yang bekerja harmonis. Pencapaiannya di daftar TOP500 membuktikan bahwa batas-batas komputasi terus diterobos.
Prestasi ini bukan hanya tentang kecepatan, tapi tentang harapan baru bagi penelitian keamanan nasional dan ilmu pengetahuan. Setiap perhitungan yang dilakukan membawa kita selangkah lebih dekat ke pemecahan masalah terbesar umat manusia.
El Capitan Pertahankan Posisi Teratas di Dunia Superkomputer
Prestasi luar biasa terus ditorehkan oleh raksasa komputasi dari Lawrence Livermore National Laboratory. Sistem ini menunjukkan konsistensi mengagumkan dalam mempertahankan performa puncaknya.
Pencapaian bersejarah dalam komputasi exascale
Dalam daftar TOP500 terbaru, sistem ini mencapai 1.809 Exaflop/s pada pengukuran standar HPL. Angka ini jauh melampaui pencapaian pesaing terdekatnya.
Frontier dari Oak Ridge National Laboratory berada di posisi kedua dengan 1.353 Exaflop/s. Sedangkan Aurora menempati peringkat ketiga dengan 1.012 Exaflop/s.
Konsistensi performa ini membuktikan kemajuan teknologi komputasi skala besar. Setiap sistem menunjukkan peningkatan signifikan dari generasi sebelumnya.
Signifikansi bagi perkembangan teknologi global
Pencapaian JUPITER Booster patut mendapat perhatian khusus. Sistem ini menjadi pertama di Eropa yang mencapai level exascale dengan 1.000 Exaflop/s.
Microsoft Azure juga menunjukkan perkembangan menarik melalui sistem Eagle di posisi kelima. Pencapaian 561 Petaflop/s di platform cloud membuka era baru komputasi awan.
Distribusi sistem superkomputer terkemuka mencerminkan persaingan teknologi global. Kepemimpinan AS dalam high-performance computing didukung oleh berbagai institusi penelitian ternama.
Pengukuran HPL tetap menjadi standar penting dalam mengevaluasi performa sistem. Metode ini memberikan gambaran akurat tentang kemampuan komputasi sesungguhnya.
Spesifikasi Teknis dan Benchmark MXP El Capitan 16.7 Exaflops

Di balik angka-angka mengagumkan ini terdapat rancangan teknis yang sangat canggih. Mari kita telusuri komponen-komponen yang membuat pencapaian ini mungkin terjadi.
Arsitektur AMD Instinct MI300A dan EPYC generasi ke-4
Jantung dari sistem ini adalah prosesor AMD generasi keempat yang sangat powerful. Chip EPYC dengan 24 core berjalan pada kecepatan 1.8 GHz memberikan fondasi yang solid.
Akselerator Instinct MI300A bekerja sama dengan prosesor utama menciptakan sinergi sempurna. Arsitektur ini dirancang khusus untuk komputasi berkinerja sangat tinggi.
Setiap komponen saling terintegrasi melalui platform HPE Cray EX255a. Desain ini memastikan semua bagian bekerja harmonis tanpa bottleneck.
Detail performa HPL-MxP 16.7 exaflops
Pencapaian 16.7 exaflop/s menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mixed-precision. Konsep ini menggunakan presisi berbeda untuk berbagai jenis perhitungan.
Speedup 9.2 kali dari pengukuran HPL standar membuktikan optimasi yang brilian. Hasil ini menjadi bukti nyata kemajuan dalam high-performance computing.
Peningkatan performa signifikan ini membuka peluang baru bagi penelitian kompleks. Aplikasi ilmiah dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
| Parameter | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Arsitektur Sistem | HPE Cray EX255a | Platform komputasi terintegrasi |
| Prosesor Utama | AMD EPYC Gen4 24C | 24 core @ 1.8 GHz |
| Akselerator | AMD Instinct MI300A | APU terintegrasi |
| Performa HPL-MxP | 16.7 Exaflop/s | Mixed-precision benchmark |
| Speedup Ratio | 9.2x | Dari HPL standar |
| Konsumsi Daya | 29,685 kW | Operasional penuh |
Infrastruktur jaringan Slingshot-11 dan sistem pendingin
Jaringan Slingshot-11 menyediakan konektivitas ultra-cepat antar komponen. Teknologi ini memastikan transfer data tanpa hambatan selama komputasi intensif.
Sistem pendingin canggih menjaga suhu optimal meski beban kerja sangat berat. Efisiensi thermal yang baik mendukung stabilitas operasional jangka panjang.
Dengan efisiensi energi mencapai 60.94 Gigaflops/watt, sistem ini termasuk yang paling hemat. Pengelolaan daya yang pintar mengurangi dampak lingkungan tanpa mengorbankan performa.
Integrasi hardware dan software yang sempurna menciptakan lingkungan komputasi exascale yang stabil. Setiap aspek dirancang untuk mencapai performa puncak secara konsisten.
Peta Kekuatan Superkomputer Global Terkini

Dunia komputasi tinggi terus menunjukkan perkembangan menarik dalam persaingan global. Peta kekuatan terbaru memperlihatkan distribusi yang semakin merata antar benua.
Perbandingan dengan Frontier dan Aurora
Frontier dari Oak Ridge National Laboratory mempertahankan posisi kedua dengan 1.353 exaflop/s. Sistem ini menggunakan 9 juta core dengan prosesor AMD EPYC generasi ketiga.
Aurora di Argonne National Laboratory menempati peringkat ketiga dengan 1.012 exaflop/s. Arsitektur Intel Xeon Max dan GPU Max mendukung 9.2 juta core untuk berbagai penelitian.
Perbedaan arsitektur antara sistem-sistem AS ini menunjukkan variasi pendekatan teknis. Masing-masing memiliki keunggulan khusus untuk jenis komputasi berbeda.
Kehadiran exascale pertama Eropa: JUPITER Booster
JUPITER Booster dari Jülich, Germany menjadi berita besar sebagai sistem exascale pertama Eropa. Pencapaian 1.000 exaflop/s menandai era baru komputasi di benua tersebut.
Sistem ini menggunakan arsitektur BullSequana XH3000 dengan NVIDIA Grace Hopper Superchips. EuroHPC berperan penting dalam pengembangan infrastruktur komputasi tinggi Eropa.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa Eropa mampu bersaing dalam lomba superkomputer global. Investasi dalam science dan technology mulai menunjukkan hasil nyata.
Posisi sistem Asia dalam ranking TOP500
Fugaku dari Jepang bertahan di posisi ketujuh dengan 442 petaflop/s. Sistem ini pernah memegang gelar supercomputer tercepat dunia sebelumnya.
Beberapa sistem Asia lain juga masuk dalam sepuluh besar. LUMI dari Finlandia dan Leonardo dari Italia menunjukkan diversifikasi geografis yang semakin baik.
Distribusi sistem top global mencerminkan kolaborasi internasional dalam penelitian. Setiap region berkontribusi pada kemajuan komputasi tinggi dunia.
| Sistem | Posisi | Performa | Jumlah Core |
|---|---|---|---|
| Frontier | No. 2 | 1.353 Exaflop/s | 9,066,176 |
| Aurora | No. 3 | 1.012 Exaflop/s | 9,264,128 |
| JUPITER Booster | No. 4 | 1.000 Exaflop/s | – |
| Fugaku | No. 7 | 442 Petaflop/s | – |
Efisiensi Energi dan Inovasi Berkelanjutan
Dunia komputasi kinerja tinggi kini tidak hanya mengejar kecepatan semata. Efisiensi energi menjadi faktor krusial yang menentukan keberlanjutan operasional sistem superkomputer modern.
Pencapaian Green500 dan Sistem Paling Efisien
Green500 menjadi tolok ukur penting dalam mengukur efisiensi energi sistem komputasi. Ranking ini menunjukkan seberapa banyak komputasi yang bisa dilakukan per watt daya yang digunakan.
KAIROS dari Prancis meraih posisi teratas dengan efisiensi 73.28 GFlops/Watt. Sistem ini menggunakan arsitektur BullSequana XH3000 dengan Grace Hopper Superchips.
ROMEO-2025 berada di peringkat kedua dengan 70.9 GFlops/Watt. Levante GPU extension menyusul di posisi ketiga dengan 69.43 GFlops/Watt.
Sebanyak 255 sistem dalam TOP500 kini menggunakan teknologi accelerator/co-processor. Tren ini menunjukkan pentingnya optimasi power dalam arsitektur modern.
Teknologi Pendinginan dan Optimasi Daya
Sistem pendingin canggih menjadi kunci menjaga efisiensi operasional. Teknologi ini memastikan komponen bekerja pada suhu optimal meski menangani workloads berat.
Berbagai data center kelas dunia menerapkan solusi pendinginan inovatif. Beberapa menggunakan sistem cair untuk menyerap panas lebih efektif.
Optimasi daya dilakukan melalui manajemen power yang cerdas. Sistem dapat menyesuaikan konsumsi energi sesuai kebutuhan komputasi aktual.
Tren Efisiensi Energi dalam Komputasi High-Performance
Industri supercomputing global terus berinovasi mengurangi jejak karbon. Setiap peningkatan efisiensi berarti penghematan biaya operasional yang signifikan.
Platform seperti ROCm membantu optimasi koordinasi multi-GPU untuk efisiensi energi. Teknologi ini mendukung pengelolaan daya yang lebih pintar.
Arsitektur gen epyc terbaru menawarkan peningkatan performa per watt. Inovasi ini menjadi kunci menuju komputasi berkelanjutan.
| Sistem | Peringkat Green500 | Efisiensi (GFlops/Watt) | Arsitektur |
|---|---|---|---|
| KAIROS | No. 1 | 73.28 | BullSequana XH3000 |
| ROMEO-2025 | No. 2 | 70.90 | BullSequana XH3000 |
| Levante GPU extension | No. 3 | 69.43 | BullSequana XH3000 |
| El Capitan | No. 26 | 60.94 | HPE Cray EX255a |
Perbedaan ukuran sistem mempengaruhi efisiensi energi secara signifikan. Sistem dengan arsitektur identik bisa menunjukkan performa berbeda tergantung skalanya.
Inovasi berkelanjutan dalam efisiensi energi membuka era baru komputasi hijau. Setiap peningkatan membawa manfaat bagi lingkungan dan keberlanjutan penelitian.
Kesimpulan
Inovasi prosesor generasi terbaru membawa performa computing ke level yang sebelumnya hanya ada dalam imajinasi. Sistem powered AMD dengan arsitektur AMD EPYC terus mendominasi sebagai world fastest dan paling versatile.
Kepemimpinan AS dalam komputasi exascale diperkuat oleh tiga dari empat sistem operasional global. Teknologi ini membuka era baru untuk research kompleks dan perkembangan AI.
Pentingnya energy efficiency menjadi fokus utama perkembangan masa depan. Tren konvergensi antara komputasi tradisional dan AI akan menentukan arah superkomputer dalam dekade mendatang.
Total performa gabungan semua sistem mencapai milestone signifikan, menunjukkan percepatan pertumbuhan teknologi komputasi tinggi secara global.




