Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru-baru ini berbagi perasaannya yang mendalam setelah tim kebanggaannya, Persija Jakarta, mengalami kekalahan dari Arema FC. Pertandingan yang berlangsung pada 8 Februari lalu ini berakhir dengan skor 0-2, dan dampaknya cukup besar bagi sang gubernur. Dalam sambutannya di acara Silaturahmi Akbar Kaum Betawi, Pramono mengakui bahwa kekalahan tersebut mengganggu pikirannya hingga membuatnya tidak bisa tidur.
Ketulusan Seorang Gubernur
Pramono Anung mengungkapkan rasa cintanya terhadap tim Persija Jakarta, yang menunjukkan bahwa ia tidak hanya sekadar seorang pejabat publik, tetapi juga seorang penggemar setia. Dalam acara yang berlangsung di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 15 Februari, ia mengakui bahwa banyak kritik yang dilayangkan kepadanya karena dianggap terlalu fokus pada tim sepak bola tersebut. Namun, bagi Pramono, perhatian terhadap Persija adalah hal yang wajar, mengingat itu adalah tim kebanggaannya.
Menghadapi Kritikan
“Saya sekarang ini dikritik dianggap Gubernur terlalu ngurusin Persija. Ya masa saya ngurus yang lain? Ya pasti Persija saya urusin,” ungkapnya dengan nada santai. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ia menyadari kritik yang datang, ia tetap teguh dengan komitmennya untuk mendukung tim yang telah menjadi bagian dari identitasnya sebagai warga Jakarta.
Emosi yang Terlalu Kuat
Kekalahan Persija dari Arema FC bukan hanya sekadar hasil pertandingan bagi Pramono. Ia mengakui bahwa tumbangnya tim kesayangannya itu menguras emosinya. Dalam sebuah pernyataan yang menyiratkan kedekatannya dengan komunitas penggemar, ia menuturkan, “Kemarin kalah 2-0 lawan Arema aja enggak bisa tidur saya. Saya kalau udah kalah Persija ketemu Diky, Ketua Jakmania, aduh, sebel banget tuh.” Ini menunjukkan betapa mendalamnya rasa keterikatan antara Pramono dan timnya, serta bagaimana hasil pertandingan dapat mempengaruhi kesehariannya.
Dampak Emosional bagi Penggemar
Kekalahan tim kesayangan memang bisa membuat siapapun merasa down. Bagi banyak penggemar, sepak bola bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang kebanggaan dan identitas. Pramono Anung mencontohkan bagaimana emosi dapat terikat erat dengan hasil pertandingan, menciptakan pengalaman yang lebih dari sekadar angka di papan skor. Hal ini juga mencerminkan bagaimana olahraga mampu menyatukan masyarakat, menjadi bagian dari budaya dan tradisi lokal.
Apa yang Bisa Kita Ambil dari Cerita Ini?
Kisah Pramono Anung ini mengingatkan kita akan pentingnya mendukung apa yang kita cintai. Apakah itu tim olahraga, hobi, atau aktivitas lainnya, memberikan dukungan yang tulus adalah bagian dari identitas kita. Selain itu, penting untuk diingat bahwa kita semua memiliki emosi, dan tidak ada yang salah dengan menunjukkan perasaan kita, baik dalam kemenangan maupun kekalahan.
Kesimpulan
Melalui pengalaman Pramono Anung setelah Persija kalah dari Arema FC, kita bisa melihat lebih dalam bagaimana sebuah tim olahraga dapat mempengaruhi kehidupan penggemarnya. Kekalahan tersebut membuatnya tak bisa tidur, namun di balik itu, ada cinta dan komitmen yang nyata terhadap tim yang ia dukung. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa dukungan dan cinta terhadap sesuatu yang kita hargai dapat memberikan makna lebih dalam hidup kita. Mari kita terus mendukung tim kita, apapun hasilnya, karena setiap pengalaman adalah bagian dari perjalanan yang lebih besar.
